Seseorang sangat layak bertanya pada dirinya senderi apakah kehadirannya di dunia ini memiliki tujuan tidak. Jika ya, lalu apakah tujuan keberadaannya. Hal ini sangatlah penting karena memiliki tujuan dan tak memiliki tujuanmelekat dengan implikasi dan konsekuensinya masing-masing. Jika kehadiran manusia di dunia tidak disertai tujuan-tujuan tertentu maka setiap manusia lahir bebas dari tanggung jawab; artinya manusia bebas dari norma apapun yang mengikutinya. Manusia tak bertujuan bebas melakukan apapun, bergerak kemanapun mengikuti seluruh kehendak dan hasrat yang timbul dalam dirinya.
Tujuan utama diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, mendirikan khilafah. Sebagaimana Firman Allah yang terdapat pada Qur’an surat Adz-Zariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs. Adz-Zariyat: 56)
Dan Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs. Al Baqarah: 30)
Taat melaksanakan yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang ia larangan merupakan hal yang utama. Namun menjaga sikap kita dihadapan Allah dan umat manusia juga tak kalah penting. Karenaya, Mari sama sama kita menjalankan ketaatan kepada Allah dan menjauhi apa yang ia larang.
