7 Manfaat Rajin Membaca Alquran

6. Allah akan mengkaruniakan kepada orangtua kita mahkota yang berkilauan, bagi orang yang rajin membaca Alquran

Tidak hanya bernilai pahala dan bermanfaat bagi diri sendiri. Ternyata orang yang rajin membaca Alquran juga akan memberikan dampak bagi orangtuanya. Sehingga bisa menjaga salah satu bukti kecintaan kita terhadap orangtua.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya

“Siapa yang membaca Al-Qur’an serta berusaha mengamalkannya, maka kelak di hari Kiamat kedua orangtuanya akan diberi mahkota yang bersinar lebih baik daripada sinar matahari di dunia. Bagaimana menurutmu orang yang mampu melaksanakan hal ini?” (H.R Abu Dawud)

7 Manfaat Rajin Membaca Alquran

5. Allah SWT akan menjaga mereka yang rajin membaca Alquran

Sebagai Tuhan yang esa, hanya kepada Allah SWT maha segala-galanya, kita harus meminta perlindungan dan pertolongan. Hal tersebut akan datang kepada hambaNya yang bertakwa dan rajin beribadah kepadanya. Salah satunya adalah membaca Alquran.

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang menjaga Al-Qur’an. Al-Qur’an itu benteng Allah; siapa yang masuk ke dalamnya akan aman. Dan berilah kabar gembira kepada siapa saja yang mencintai Al-Qur’an.” “(HR. Ad-Darimi)

7 Manfaat Rajin Membaca Alquran

4. Orang yang rajin membaca Alquran diibaratkan seperti buah dengan rasa dan bau yang ena

Orang yang membaca Alquran dengan ikhlas dan rajin juga diibaratkan sebagai buah dengan rasa yang enak dan bau yang nikmat.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan orang mu’min yang suka membaca Al-Qur’an ialah separti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanya pun enak dan perumpamaan orang mu’min yang tidak suka membaca Al-Qur’an ialah separti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca Al-Qur’an ialah separti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur’an ialah separti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7 Manfaat Rajin Membaca Alquran

2. Allah SWT akan melimpahkan rahmat dan pahala bagi orang yang rajin membaca Alquran

Rahmat dan kasih sayang Allah SWT tidak akan pernah putus untuk hambaNya. Untuk itu, kita harus senantiasa bersyukur atas rahmat yang telah diberikan. Rahmat Allah SWT akan semakin besar dan melimpah pula bagi mereka yang rajin membaca Alquran.

Dalam Alquran surat Al Isra ayat 28 pun memberikan penjelasannya:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qura’n (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Nah, begitu istimewanya kitab suci Alquran ini. Membaca satu huruf saja sudah bernilai pahala bagi orang yang membacanya. Maka, kerugian yang besar jika tidak mau membacanya. Dalam hadis lain juga dijelaskan bahwasanya orang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala sepanjang malam.

“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad)

7 Manfaat Rajin Membaca Alquran

Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, kitab suci Alquran bukan hanya kitab suci umat islam melainkan berisi perintah Allah, pedoman, sejarah, hingga kisah Islam yang patut diketahui umatnya. Turunnya isi Alquran dilakukan secara berangsur-angsur selamat 22 tahun 2 bulan 27 hari atau hampir 23 tahun.

Selain sebagai pedoman hidup, kitab suci Alquran banyak memiliki manfaat bagi orang-orang yang senantiasa membaca, mengamalkan atau bahkan menghafalnya. Berikut tujuh manfaat yang akan didapat bagi umat muslim yang rajin membaca Alquran.

  1. Membaca Alquran menentramkan hati

Salah satu manfaat yang akan dirasakan bagi orang yang rajin membaca Alquran adalah hati terasa lebih damai dan nyaman. Membaca Alquran berarti mengingat-ingat akan kebesaran Allah SWT. Ingatnya kita terhadap Allah SWT akan membuat hati terasa tentram dan lebih lembut dalam menyikapi sesuatu.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surat Ar- Ra’d ayat 28 yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”

Membaca Alquran tidak harus banyak, yang penting adalah konsisten dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

HAKIKAT MUSIBAH

HAKIKAT MUSIBAH

Kata musibah berasal dari Bahasa arab yang berarti setiap kejadian yang tidak disukai. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa musibah ialah kejadian atau peristiwa menyedihkan yang menimpa.

Musibah adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh jiwa. Padamnya lampu saat dibutuhkan penerangan adalah musibah, demikian Imam ar-Razy, dalam tafsirnya mengutip satu riwayat yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW.

Selanjutnya dengan merujuk kepada ayat-ayat Alquran ditemukan aneka musibah yang dapat menimpa manusia pada diri, keluarga, harta jiwa, dan agamanya.

Yang paling berat dari sekian musibah adalah yang menimpa keberagamaan seseorang. “Semua musibah ringan asal tidak menimpa agama.” Demikian ungkapan populer dalam literatur agama.

Musibah-musibah yang dialamai boleh jadi merupakan:

  1. Ujian bagi keimanan dan kesabaran seseorang. Ini merupakan keniscayaan dalam hidup (QS al-Ankabut: 2-3), boleh jadi juga
  2. Sebagai cara yang ditempuh Allah SWT guna pengampunan dosa (QS Ali Imran 140-141). Nabi SAW bersabda: Tidak ditimpa seseorang duri dalam perjalanannya kecuali dihapus Allah dosanya
  3. Sebagai pembalasan atas kesalahan (QS al-Ankabut 40),
  4. Sebagai obat atas penyakit yang diderita (QS al-Mukminun 75-76)

Selanjutnya Alquran juga mengisyaratkan bahwa musibah terjadi akibat memperturutkan nafsu (QS asy-Syura 30 dan Thaha 81), atau kebodohan manusia. Karena itu Allah memerintahkan manusia untuk selalu belajar, dan Nabi SAW mengingatkan lewat sabdanya: ”Jadilah seorang cendekiawan, atau penuntut ilmu, atau pendengar ilmu yang baik, atau pencipta ilmu, dan jangan menjadi yang kelima (orang bodoh), karena jika demikian engkau akan celaka.”

Akhirnya perlu digarisbawahi bahwa ada musibah yang merupakan kebaikan bagi manusia. Pemilik perahu yang dibocorkan Nabi Musa adalah orang-orang miskin, pembocoran tersebut padahal tidak menyenangkan para pemilik itu musibah bagi mereka.

Namun, pada hakikatnya tidak demikian: Adapun perahu itu (yang saya bocorkan) maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan memberi aib (membocorkan sehingga nampak tidak sempurna) karena di hadapan mereka ada raja (penguasa) yang mengambil perahu-perahu (yang baik) secara paksa (QS al-Kahfi: 79). Mudah-mudahan musibah yang dihadapi bangsa kita adalah jenis musibah ini.

Sedekah di Pagi Hari

Sedekah di Pagi Hari
Hari ini akan menjadi luar biasa jika setelah membaca artikel ini, anda langsung “Action” tanpa menunggu hari esok! Inilah rahasia Revolusi Finansial Hakiki. Revolusi finansial yang sebenarnya, rahasia kekuatan sedekah pagi untuk kesuksesan pribadi, keluarga, agama dan bangsa…
Sebagian orang menganggap bahwa Revolusi Finansial bila penghasilannya naik 10 kali lipat! Anda setuju? Tapi Revolusi Finansial yang jauh lebih dahsyat adalah jika kita bisa sedekah setiap pagi. Maka pertanyaan pentingnya adalah:
Sudahkah anda sedekah hari ini?
Mohon jawab dulu pertanyaan ini sebelum anda lanjut membaca artikel ini… Sekali lagi, “Sudahkah anda sedekah hari ini?”
Kalau hari ini anda belum sedekah, coba anda audit dengan 3 pertanyaan ini:
1. Kapan anda terakhir sedekah?
2. Tiap kapan anda sedekah?
3. Bagaimana dengan keluarga anda?
Mengapa Harus Sedekah?
1. Sedekah adalah “tiket” menuju surga

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada SURGA yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit… (QS Ali Imran 133-134)
2. Sedekah dapat menolak bala, bahkan dari adzab yang pedih
”Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih?
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui”
(QS As Shaf 10-11)
3. Sedekahlah sebelum terlambat! Agar tidak menyesal seperti ini…
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. Dan berinfaqlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan Aku termasuk orang-orang yang saleh?”
Itulah gambaran penyesalan bagi orang-orang yang melalaikan sedekah…Alhamdulillah, saat ini kita belum terlambat karena masih hidup. Mari gunakan kesempatan sisa hidup ini untuk sedekah sebaik-baiknya.
4. Sedekah pahalanya terus mengalir
Dalam hadits Muslim disebutkan bahwa amalan yang terus mengalir pahalanya meskipun kita telah meninggal, antara lain adalah sedekah jariyah. Luar biasa, bukan? Bisa jadi, pahala yang kita peroleh setelah meninggal jauh lebih besar dibanding pahala yang kita peroleh saat hidupnya. Karena hidup kita kurang lebih hanya 60 tahun, sedang kematian kita (di alam kubur) hingga hari kiamat bisa jadi lebih dari 6000 tahun (wallahu a’lam). Selama itulah pahala sedekah kita akan terus mengalir….
Kapan Kita Mesti Sedekah?
Bukan hanya di bulan Ramadhan. Bukan pula di hari Jumat saja, kala kita disodorkan keropak shalat Jumat. SEDEKAHLAH SETIAP PAGI sebagaimana sabda Rasulullah SAW di bawah ini:
“Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhari 5/270)

Islam Dan Kehidupan

Islam Dan Kehidupan

Manakala kita ditanya apa artinya Islam, maka kita jawab “Islam artinya damai”. Manakala  kita ditanya apa itu agama. Maka jawabnya, “Agama adalah ilmu yang mengajarkan system atau methode atau cara hidup”. Manakala kita ditanya apa esensi ajaran agama Islam, maka kita jawab dalam satu kalimat singkat saja, yaitu “Ajaran Ke-Esaan Ilahi”, atau “Ajaran Tauhid”. Dan manakala kita ditanya hubungan antara ajaran Islam dan kehidupan, maka uraiannya akan panjang dan meluas, seluas kehidupan yang tak bertepi.

Tetapi, marilah kita bersama-sama mencoba menjawab dari pengetahuan dan pengertian kita yang sangat sempit, sebagaimana kita selalu mengakhiri sebuah uraian dengan kata-kata wallahu alam bishawab – yang maknanya hanya Tuhan yang mengetahuinya atau hanya Tuhan yang lebih tahu.

Seperti diketahui, bahwa sepanjang hidup kita memeluk Islam. Maka tentu kita harus dapat memaknai dan menghayati ajaran Islam secara utuh. Karena menganut ajaran agama tidak hanya sekedar formalitas semata, “tanpa pemaknaan”, seperti yang sering kita dengar, ada yang mengaku  atau dikatakan “Islam KTP”, “Islam Abangan”, “ Islam Kejawen” dll.

Memeluk Islam harus dengan “pemaknaan dan pengamalan” sebagai akibat adanya pengkajian dan penghayatan yang sangat dalam dan penghormatan yang sangat tinggi terhadap ajaran Islam itu sendiri.

Pertama sekali yang harus perlu kita perhatikan disini, bahwa “Islam adalah Agama Kebenaran”, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Muhammad (47:2-3), “Dan orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan kepada apa yang telah diwahyukan kepada Muhammad, dan itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Ia akan menghapus keburukan mereka dari mereka dan menempatkan keadaan meraka” – “Itu disebabkan karena orang-orang kafir mengikuti kepalsuan, dan orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikian Allah mengemukakan perumpamaan mereka kepada manusia”.

Kebenaran, adalah sesuatu yang datang tanpa kemauan seseorang yang diterimanya tanpa suatu paksaan. Orang yang menerima kebenaran juga akan menyampaikan kebenaran yang diterimanya kepada orang lain, tanpa paksaan, tanpa beban dan dengan hati terbuka.

Satu sifat yang paling menarik pada diri manusia, adalah adanya kesadaran terhadap pengetahuan dan pengalamannya sebagai akibat adanya system kehidupan berfikir yang cerdas secara moral, peka secara estetik dan cenderung kearah rohani.

Dengan kesadaran itu, manusia akan menemukan “hakekat kediriannya” melalui sebuah pencarian dari pada asal mula kejadian. Pencarian pencipta dari “tiada” menjadi “ada” atau creatilo ex nihilo yang berujung pada pencarian yang sifatnya final dan mutlak, yaitu Yang Maha Sempurna.

Karena sumber kebenaran itu adalah Allah Rabbul ‘Alamin, maka ajaran Tauhid itu akan menggerakkan, mengarahkan serta mengantarkan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin.

Dalam kaitannya dengan judul makalah ini, yaitu “Antara Islam dan Kehidupan”. Tentu ada beberapa hal yang memiliki relevansi. Yaitu manusia dan alam semesta, karena dua hal tersebut berada dalam satu lingkungan system dan Al Qur’an sebagai rujukan pengetahuan manusia tentang Sumber dari Sumber Kebenaran, yaitu Allah Rabbul ‘Alamin. Sebab “Tuhan berada diluar pengetahuan manusia. Namun Ia akan menjelma melalui pengetahuan manusia”.

Karena itu mempercayai Tuhan adalah satu keyakinan yang sempurna, dan oleh karenanya manusia harus membayangkan dan merasakan kehadiran Tuhan dalam bathinnya, agar ia tetap berada dalam kesadaran yang tinggi dan berada posisi dan kondisi yang benar. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Hadid atau Besi (57:4), “Dia ialah Yang menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa, dan Ia bersemayam di atas singgasana. Ia mengetahui apa yang masuk dibumi, dan apa yang keluar dari sana dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kesana. Dan Ia menyertai kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah itu Yang Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Serta Surat Al Waqi’ah (56:85), “Dan Kami lebih dekat kepada itu dari pada kamu tetapi kamu tidak melihat”.

YUSUF ANWAR PENGASUH PONDOK PESANTREN AT-TAQWA

YUSUF ANWAR

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Apa kabar saudaraku?

Semoga selalu dalam keberkahan dan lindungan Allah SWT Aamiin Allohumma Aamiin.

Sedekah yang Allah sukai ialah sedekah dengan harta yang paling dicintai.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bersedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan akhlak seorang muslim. Baitul Maal Tabungan Dhuafa berusaha mencarikan orang-orang baik untuk membantu Pondok Pesantren At-Taqwa yang sangat membutuhkan dana untuk biaya beasiswa, renovasi bangunan yang sudah rusak dan untuk membiayai operasional pesantren (makan santri, biaya listrik, honor guru, biaya buku, dan lain-lain).

Oleh karena itu, mari berlomba-lomba meningkatkan amal kebaikan dengan amal sedekah & infaq untuk bekal akhirat

Wassalamu’alaikumWarahmatullohi Wabarokatuh