Sebenarnya, anjuran untuk beramal baik tidak dibatasi pada hari, bulan atau tahun tertentu yang dianggap istimewa. Di semua waktu, kita selalu dianjurkan untuk terus beramal baik, tanpa harus mengkalkulasi besarnya pahala dari setiap amal yang kita lakukan. Hanya saja, ada hari, bulan atau tahun tertentu, pahala amalan shalih kita, secara kuantitas akan dilipatgandakan. Semisal hari Senin dan Kamis. Di dua hari ini, kita dianjurkan memperbanyak amal baik, karena setiap hari Senin dan Kamis pintu-pintu surga akan dibuka dan dosa-dosa orang mukmin akan diampuni kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاء. رواه مسلم
“Seluruh amal manusia dilaoprkan ke hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya sedang berrmusuhan.” (HR. Muslim).
Rasulullah SAW. bersabda:
“تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا. رواه مسلم
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni dosa-dosanya, kecuali orang yang antara dia dan saudaranya sedang bermusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)
Selain akan diampuni dosa-dosa, setiap hari Senin dan Kamis, seluruh amal (perbuatan) manusia selama satu pekan akan diangkat untuk dilaporkan ke hadapan Allah SWT. Maka pada saat amal itu dilaporkan, sebaiknya kita perbanyak amal baik.
Kebaikan yang tersebar di permukaan bumi akan bernilai ibadah tergantung dari niatnya. Mencari keridhaan Allah Ta’ala merupakan sesuatu yang telah digariskan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW).
Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah SAW melaksanakan dan menganjurkan puasa sunah di dua hari tersebut.
Puasa Senin Kamis merupakan ibadah yang Rasulullah SAW anjurkan untuk dilaksanakan. Beliau juga rutin mengamalkan ibadah tersebut. Sebagaimana yang disebutkan dalam suatu hadits,
Rasulullah SAW. menyampaikan alasan puasanya pada kedua kedua hari tersebut dengan sabdanya:
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. رواه الترمذي
“Amal-amal manusia dilaporkan pada setip hari Senin dan Kamis. Maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. al-Tirmidzi).

